Minggu, 02 Agustus 2009

Penulisan Nama Tempat


Dalam menulis nama tempat penulis sering dihadapkan pada suatu permasalahan. Kelihatannya agak sepele tetapi dapat berakibat patal terhadap penggunaan Bahasa Indonesia. Nama tempat yang dimaksud meliputi : nama dusun, kota, daerah/wilayah, bukit, gunung, pulau, teluk, tanjung, dan sebagainya. Penulisan nama tempat, kadang-kadang meragukan, yang mana harus ditulis serangkai dan yang mana harus ditulis terpisah.
Penulisan nama tempat dengan kata depan; di, ke, dan dari. Penulisannya sering ditulis serangkai dengan nama tempat, seperti: dimana, kemana, disitu, disini, disana, kesana, kesitu, darimana, darisini, darisitu, darisana, dan sebagainya. Seharusnya ditulis terpisah, seperti: ke mana, di mana, di situ, di sini, di sana, ke sana, ke situ, dari mana, dari sini, dari situ, dari sana, dan sebagainya. Mungkin diakibatkan oleh adanya suatu anggapan bahwa di dan ke sama dengan awalan. Sehingga dalam penulisannya diserangkaikan.
Kesalahan tersebut diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan perkembangan bahasa Indonesia yang dari hari ke hari makin pesat dan makin maju perkembangannya. Bukan lantaran kesengajaan. Kesalahan yang dilakukan disebabkan oleh kekurangan pengertian akan makna kata dalam bahasa. Terutama dalam hal ini perlunya pengetahuan terhadap Ejaan Yang Disempurnakan dengan membiasakan menulis yang benar.
Kita perhatikan dalam penulisan nama tempat Padangbai tentu lebih praktis daripada Padang Bai maupun Padang bai. Dilihat dari segi makna kata atau pengertian Padangbai lebih menunjukkan kesatuan makna atau arti, yang mana tempat penyeberangan kapal Bali-Lombok di Karangasem.
Demikain juga dalam penulisan Karangasem (nama kabupaten di Bali dengan kotanya Amlapura). Kalau ditulis Karang Asem atau Karang asem dan karang asem, mungkin berarti karang (= batu kapur, bahasa Bali = tegal;ladang) sedangkan kata asem (= masam; bahasa Indonesia, bahasa Bali = masem, asem), tempatnya di mana-mana saja ada. Tempat yang menghasilkan buah-buahan yang rasanya asam bisan dinamakan karang asam atau karang asem. Mungkin suatu desa yang bernama Karang, mungkin ada yang bernama Asem. Jadi tidak menujukkan suatu nama kabupaten di Bali.
Penulisan serangkai
Atas dasar pengertian dan kepraktisan serta kesatuan makna maka penulisan nama tempat sebaiknya diserangkaikan. Kesemuanya itu merupakan satu kata, seperti penulisan nama tempat di Bali; Padangaji, Padangbujuh, Abiankapas, Abianbase, Abiansemal, Kaliuntu, Kalianget, Banjarangkan dan sebagainya. Kemudian kita perhatikan yang lain misalnya: Padangpanjang, Bandaaceh, Ujungpandang, Banjarmasin, Linggarjati, Salatiga, Jatinegara, Banyuwangi, Kualalumpur, dan sebagainya.
Nama tempat yang penulisannya bisa dipisahkan, antara lain: Asia Pasifik, Asia Tenggara, Danau Batur, Gunung Agung, Jalan Surapati, Selat Lombok, Tanjung Harapan, Teluk Cendrawasih, dan sebagainya.
Tentunya dalam penulisan nama tempat perlu memperhatikan hal di atas menurut Ejaan Yang Disempurnkan. Marilah kita bersama-sama mengarah kepada pembakuan bahasa Indonesia dalam membina dan mengembangkan bahasa Indonesia. Dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar (terutama penulisan nama tempat).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar